BAGAI RAJAWALI
BAGAI RAJAWALI
(Ulangan 32:11-13)
Pimpinan Tuhan dan penyertaan Tuhan terkadang membawa kita pada situasi yang tidak menyenangkan dalam perasaan manusia. kondisi ini dapat digambarkan seperti seekor induk Rajawali yang sedang mengajar terbang anaknya yang mulai dewasa. Induk Rajawali akan “Menggoyang Bangkitkan” isi sarangnya agar anaknya yang sudah memiliki sayap yang sempurna itu mulai mengepak-ngepakan sayapnya dan terbang.
istilah " mengoyangbangkitkan" memiliki arti merusak, induk rajawali akan membuang bagian-bagian sarangnya yang empuk dan nyaman serta hangat untuk anak-anaknya, hal ini bertujuan agar anak rajawali tidak merasa nyaman di zona sarang itu dan akhirnya keluar.
Jika anak rajawali masih belum mau lompat keluar dari sarangnya (keluar dari zona nyaman) dan mulai terbang maka induknya akan mencengkeram dan membawanya terbang lalu melemparkan anaknya itu dari ketinggian agar dia terbang. Pada saat jatuh mau tidak mau anak Rajawali akan berusaha untuk mengepak-ngepakkan sayapnya untuk terbang, sementara Induknya akan tetap berjaga-jaga “melayang-layang diatas anaknya” dan siap menangkapnya kembali sebelum jatuh ke tanah. Tindakan tersebut akan dilakukan berulang-ulang oleh induk Rajawali sampai anaknya dapat terbang sempurna. Dan setelah mampu terbang sempurna maka Induk Rajawali akan mengajar anaknya ke level lebih tinggi yaitu terbang melintasi badai.
Begitulah cara Tuhan mengajar kita, terkadang Tuhan membuat kita tidak lagi nyaman di zona kita, supaya kita keluar dan belajar terbang, supaya kita mampu mempertahankan hidup, andaikan anak rajawali itu terus tinggal dalam zona nyaman maka dikemudian hari ia tidak mampu terbang selayaknya rajawali, dan ia akan mati kelaparan karena tidak mampu berburu mangsanya
Demikian Bapa di Sorga agar anakNya dapat terbang bahkan terbang ke level lebih tinggi maka terkadang Ia harus “Menggoncangkan”, “Menjatuhkan” bahkan membawa kita “Masuk ke dalam Badai” kehidupan. Semua itu tentunya untuk kebaikan kita anak-anakNya.
Ulangan 32:11-12 Laksana rajawali menggoyangbangkitkan isi sarangnya, melayang-layang di atas anak-anaknya, mengembangkan sayapnya, menampung seekor, dan mendukungnya di atas kepaknya, demikianlah TUHAN sendiri menuntun dia, dan tidak ada allah asing menyertai dia.
jika kita sedang berada dalam situasi tidak nyaman, maka mungkin Tuhan ingin kita keluar dari zona itu, belajar terbang melewati badai untuk kita mampu menghadapi tantangan hidup. Tuhan Yesus memberkati.
"TANTANGAN HIDUP MEMBUAT KITA SEMAKIN KUAT"

Comments
Post a Comment