PELAYAN TUHAN YANG TAHAN MENDERITA
PELAYAN TUHAN YANG TAHAN MENDERITA
DALAM MEMBERITAKAN KRISTUS
“Menderita” bukanlah hal yang
enak, penderitaan tidak dikehendaki oleh siapapun, tetapi penderitaan
seringkali menjadi sebuah alat untuk menguji kesetiaan seseorang, penderitaan menguji
kulaitas iman seseorang. “TAHAN MENDERITA” merupakan bukti kualitas seorang “PELAYAN
TUHAN” dalam memberitakan “KRISTUS”.
Teks
Firman Tuhan hari ini menjelaskan tentang bagaimana ciri-ciri seorang Pelayan
Tuhan yang tahan menderita dalam memberitakan Injil Kristus.
Pertama:
Seorang Pelayan Tuhan yang tahan menderita adalah seorang pelayan yang
menyadari bahwa melayani adalah “Kemurahan Allah”. Konsep ini mengandung
pengertian bahwa melayani berarti sebuah keberuntungan, melayani berarti
mendapatkan sesuatu yang tidak semua orang bisa mendapatkan, melayani adalah
anugrah yang indah tidak memikirkan upah (1 Korintus 9:18: Upahku ialah bahwa
aku boleh memberitakan injil tanpa upah…)
Kedua:
Seorang pelayan Tuhan yang tahan menderita adalah seorang pelayan yang tidak
tawar hati tetapi berani menolak melakukan
perbuatan tersembunyi yang memalukan (licik dan memalsukan Firman Tuhan.
Atau memberi arti palsu, atau menafsirkan secara salah Firman Tuhan demi
kepentingan sendiri).
Ketiga:
Seorang pelayan Tuhan yang tahan menderita adalah seorang yang isi pemberitaannya
jelas terfokus hanya pada Yesus, bukan diri sendiri, tidak mencari popularitas demi kepentingan diri sendiri, dimanapun selalu
memberitakan kristus, dan menempatkan diri sebagai “hamba” yang memiliki
ketaatan penuh kepada pimpinan Tuhan.
Bagaimana supaya pelayan Tuhan
bisa memiliki ciri-ciri tersebut? Kuncinya ada dalam ayat 10 ( senantiasa
membawa kematian Yesus dalam hidupnya sehingga kehidupan Yesus menjadi nyata
dalam dirinya). Dan akibatnya adalah meskipun di tindas namun tidak terjepit,
habis akal namun tidak putus asa , dianiaya tapi tidak ditinggalkan,
dihempaskan namun tidak binasa.

Comments
Post a Comment