KEHIDUPAN KRISTIANI 2
PEMBERIAN ORANG KRISTEN
DAN BANTUAN UNTUK ORANG
MISKIN
(2 KORINTUS 8:1-15)
Pada
umumnya, memberi sulit dilakukan, orang terlebih suka menerima dari pada
memberi padahal sesungguhnya firman Tuhan mengatakan bahwa siapa banyak memberi
berkat diberi kelimpahan (Amsal 11:25a). Tetapi Firman Tuhan hari ini
mengajarkan bagaimana hidup memberi dalam Tuhan.
Beberapa
hal harus kita mengerti tentang memberi, supaya kita memiliki hati untuk
memberi, supaya kita memberi dengan sikap dan motivasi yang benar:
Pertama: Kita harus memahami bahwa
kemauan untuk memberi merupakan kasih karunia Tuhan (1-2, 4), datangnya dari
Tuhan, jadi berbahagialah setiap orang yang memiliki kerinduan untuk memberi,
karena sesungguhnya mereka telah menerima kasih karunia Allah.
Kedua: bahwa keinginan memberi yang
datangnya dari Tuhan adalah memberi yang
dilakukan dengan penuh sukacita, penuh
dengan kemurahan yang berakibat pemberian dilakukan bukan sekedarnya,
dengan sebuah kerelaan yang total, bukan serelanya, mereka memberi lebih banyak
dari yang diharapkan(5) meskipun mereka miskin. Jemaat Macedonia memberi sesuai
kemampuan, bahkan melebihi kemampuan mereka. Memberi
tidak harus menjadi “kaya” terlebih dahulu karena memberi adalah sebuah
anugrah.
Ketiga: Dasar memberi. Ada dua dasar dalam memberi, yang pertama adalah bahwa kita sudah memberikan diri kita kepada
Kristus. Setiap orang yang sudah memberikan dirinya kepada Kristus, maka segala
sesuatunya adalah milik Kristus. Dasar yang kedua adalah Allah telah terlebih dahulu memberikan diri-Nya untuk
kita, sehingga Ia telah menjadi miskin supaya kita menjadi kaya (9). Jikalau
kita mengingat akan pemberian Allah maka kita juga punya hati untuk memberi.
Terkadang kita tidak mau memberi karena takut orang lain menjadi kaya, padahal
teladan Yesus menunjukkan bahwa Tuhan rela menjadi miskin supaya kita menjadi
kaya.
Bapak/ibu
dan saudara yang dikasihi Tuhan Yesus, kita telah mengenal kasih karunia Allah
yang telah dinyatakan bagi kita, maka dari itu mari kita menyatakan kasih
karunia Allah itu dengan melakukan hal yang sama dengan yang telah Tuhan
lakukan bagi kita. Berilah dengan sukacita, dengan kerelaan, jadikan memberi
sebagai gaya hidup.
Comments
Post a Comment