KESAKSIAN (1)
MENGASIHI TUHAN KARENA TUHAN
TELAH MENGASIHI
(Sebuah Kesaksian Pribadi)
Tahun 1996, entah bulan dan tanggal berapa pastinya aku lupa, tetapi yang masih kuingat waktu itu aku masih duduk di kelas 2 SMA. Peristiwa yang membuatku selalu ingat akan cintaku yang mula-mula kepada Tuhan Yesus.
Hari itu aku mengalami sakit, muntah-muntah dan demam, aku tinggal dirumah kakakku yang nomor 2, karena kakak begitu sibuk, sehingga tidak sempat mengurus aku yang sakit, maka aku pulang ke rumah orang tuaku yang jaraknya kurang lebih 60 km, dalam kondisi sakit aku pulang naik angkutan umum sampai di kota kecamatan. Dari kecamatan ke desaku aku naik ojek, begitu sampai dirumah, baru saja masuk ke dalam rumah aku terjatuh dan tak sadarkan diri.
Kedua orang tuaku panik.....setelah sadar kondisi tubuhku begitu lemah, kedua orang tuaku memanggil mantri yang ada didesaku, setelah diperiksa ternyata aku menderita beberapa penyakit, maag, malaria dan tipes. Kondisiku semakin hari semakin memburuk, hingga mantri pun menyatakan bahwa kemungkinan aku tidak dapat ditolong lagi. Kedua orang tuaku diberitahu bahwa aku sudah tidak dapat sembuh lagi, akupun tak dapat lagi membuka mataku, hanya telingaku yang masih bisa mendengar. Mendengar penjelasan mantri, kedua orang tuaku meminta hamba Tuhan untuk mengadakan ibadah di rumah, dan malam itu kudengarkan puji-pujian bagi Tuhan dinaikkan, kotbah penghiburan diberikan untuk keluargaku, tapi hatiku takut......ketakutan merasa ajalku sudah dekat, hanya air mata yang menetes, tanpa ada suara.........dalam hatiku ku katakan kepada Tuhan................
"Tuhan jikalau aku masih Kau berikan kesempatan hidup,....aku mau terus bersama Tuhan, ingin melayani Tuhan selama hidupku".
Keesokan harinya, banyak teman-teman yang datang mengunjungiku, mereka memelukku satu persatu, mereka merasa itu adalah pelukan terakhir untuk seorang sahabat........setiap mengingat peristiwa itu hatiku menangis sekaligus bersukacita. aku tidak tahu siapa saja yang datang, karena mataku tak bisa lagi terbuka, hanya telingaku mendengar ishak tangis kesedihan disekelilingku........
"ahhh....seandainya saja aku masih bisa hidup" demikian aku berpikir saat itu.
Keajaiban Tuhan terjadi, aku yang sudah diprediksi tidak lama lagi hidup, ternya belum juga meninggal, orang tuaku yang setiap hari berusaha memasukkan bubur halus ke dalam mulutku, tiba-tiba terkejut karena mataku sedikit demi sedikit terbuka, ibuku dengan bersemangat terus menambahkan makanan sedikit demi sedikit. Tuhan memulihkan tubuhku, tubuh yang tinggal kulit pembalut tulang....akhirnya mampu bangun, dan hal pertama yang kuingat adalah "gereja", hanya beberapa hari setelah aku sembuh, aku nekat kembali ke kota, tujuanku satu, malam itu aku rindu beribadah kepa Tuhan di gereja di mana biasa aku beribadah, saat itu aku merasa bahwa rasa rindu akan Tuhan melebihi segalanya, melawan kondisi tubuhku yang masih sangat lemah, rasa rindu kepada Tuhan memberikanku kekuatan melebihi kekuatanku sendiri. dan pada akhirnya aku mengerti bahwa hidupku hanyalah untuk Tuhan.
Tahun 1998 aku menyerahkan diriku untuk dibentuk disekolah teologia menjadi hamba Tuhan, hidupku adalah untuk Tuhan. Hingga saat ini, ketika mengalami berbagai tantangan, aku selalu mengingat kisah ini, bahwa hidupku sesungguhnya hanya karena Tuhan. Hidupku bukannya aku lagi, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku.
Semoga sepenggal kisahku bersama Tuhan ini memberkati kita sekalian. Tuhan Yesus memberkati. Amin.

Comments
Post a Comment