KUASA TUHAN YESUS


PERTANYAAN MENGENAI KUASA YESUS
(Matius 21:23-27)

Hikmat manusia sangat terbatas untuk memahami TUHAN, manusia berusaha mengenal TUHAN dengan berbagai upaya, tetapi selalu gagal, hal itu tidak akan pernah berhasil, sehingga manusia melakukan kebodohan dengan mengkerdilkan TUHAN melalui berbagai media, manusia mewujudkan ‘tuhannya’ sesuai kemampuan pemahamannya dalam bentuk patung berbagai rupa.
Dampak kegagalan manusia mengenal TUHAN adalah kegagalan diberbagai aspek kehidupan.
                Dalam teks Firman Tuhan hari ini, sekali lagi memperlihatkan kegagalan manusia mengenal TUHAN, yang sesungguhnya sudah memperkenalkan diri kepada manusia. PERTANYAAN MENGENAI KUASA YESUS, bukanlah cerminan keingintahuan manusia, melainkan cerminan kegagalan manuisa mengenal Allah, mengapa demikian?
                Pertama: Pertanyaan mengenai kuasa (Authority) Yesus (ayat 23) adalah mempertanyakan tentang kekuatan/power yang selama ini digunakan Yesus untuk melakukan Mujizat dan tanda-tanda, apakah dari Tuhan atau dari kuasa lain. Selain itu, pertanyaan ini juga mempertanyakan tentang legalitas orang yang melakukan tindakan penuh kuasa, meragukan status dan wewenang. Artinya pertanyaan ini meragukan keabsahan bahwa Yesus adalah pribadi yang berkuasa baik secara tindakan dan legalitas statusnya.
                Kedua: Pertanyaan mengenai kuasa Yesus sesungguhnya mencerminkan kekerasan hati imam kepala dan tua-tua Yahudi, mereka tahu tapi mereka tidak mau percaya. Demi kepentingan popularitas, mereka mengingkari isi hati mereka (Jika mereka mengatakan apa yang dilakukan Yesus adalah dari TUHAN, maka mereka takut tidak lagi dipakai oleh umat Israel).
                Ketiga: Pertanyaan (meragukan) tentang kuasa Yesus menghalangi manusia mengenal TUHAN yang benar, Penyataan Tuhan tidak dapat diterimanya sehingga tetap tinggal dalam kebutaan.
                Kesimpulan: Yesus adalah Pribadi yang berkuasa, secara legal dan absolut Yesus adalah sang pemilik Kuasa (Mat. 3:11, 6:13, 7:29, 9:6, Efesus 1:19, wah.1:5), oleh sebab itu janganlah kita mengingkari isi hati kita, jangan mengeraskan hati kita, mungkin demi keselamatan (karena Yesuslah pemilik hidup), atau demi popularitas (karena Yesus adalah kemuliaan) dan juga demi kekayaan (Karena Yesus adalah pencipta semesta).

Comments

Popular posts from this blog

LAGU-LAGU IBADAH JUMAT AGUNG

SPECIAL RESEP MASAK