MATA YANG TERTUJU PADA TUHAN


MATA YANG TERTUJU KEPADA TUHAN
(Ayub 42:5)

 Mata Yang Fokus Kepada Tuhan Yesus
“Hanya dari kata orang saja aku mendengar tentang Engkau, tetapi sekarang mataku sendiri memandang Engkau”
Siapakah yang tidak tahu Ayub? Alkitab mencatat bahwa Ayub adalah orang yang saleh dan jujur, takut akan Allah dan menjauhi kejahatan, ayub orang yang beruntung memiliki keluarga, iateri dan sepuluh orang anak, Ayub juga disebut sebagai orang yang kaya dengan tujuh ribu ekor kambing domba, tiga ribu ekor unta, lima ratus pasang lembu, lima ratus keledai betina, dan budak yang jumlahnya banyak, sehingga alkitab mengatakan bahwa disebelah timur, Ayub adalah yang terkaya.
Namun semjuanya itu tidak menjamin kesempurnaan Ayub, manusia tidaklah sempurna, memang Ayub tidak berbuat dosa ketika mengalami berbagai ujian dan pencobaan, tetapi sikap Ayub yang “merasa” tidak bersalah justru seakan “menyalahkan” Tuhan. Hal ini sungguh sesuatu hal yang tidak disangka oleh Ayub, tapi itu terjadi.
Seringkali dalam kehidupan kita, kita melakukan kesalahan-kesalahan yang kadang tidak kita sadari dan terkadang tidak kita anggap sebagai suatu kesalahan, namun ternyata hal itu berakibat vatal. Lalu bagaimanakah kita tetap mempertahankan hidup benar di hadapan Tuhan, ketika kebenaran seolah-olah menjadi kabur? Rahasianya adalah tetap mengarahkan focus pandangan kita kepada Tuhan, jangan hanya mendengar kata orang saja, melainkan menyelidiki firman Tuhan tiap-tiap hari, tiap-tiap waktu, mengapa demikian?
Karena
Pertama: Ketika kita fokuskan pandangan kita kepadda Allah maka kita menyadari bahwa Allah Maha Kuasa, tidak ada rencana Tuhan dalam hidup kita yang dapat digagalkan oleh siapapun (42 ayat 2).
Kedua: Ketika kita fokuskan pandangan pada Tuhan pengetahuan kita tentang keMahakuasaan Allah tidak akan hilang oleh beratnya tekanan hidup (ayat 3). Seringkali beratnya tekanan hidup membuat pengetahuan kita tentang kuasa Tuhan menjadi terselubungi oleh peroalan itu, masalah menjadi begitu besar dan Tuhan menjadi begitu kecil, sebab itu fokuskan pandangan kepada Tuhan, bikan kepada masalah hidup.
Ketiga: Ketika kita fokuskan diri kepada Tuhan, maka kita sedang memberi diri untuk menerima hikmat Tuhan, untuk menerima kehadrian Allah untuk berkarya dalam kehidupan kita dan Allah akan bertindak atas setiap hal dalam kehidupan kita, jangan kita merasa mampu dan mengandalkan diri kita tetapi andalkanlah Tuhan.
“Sebab itu fokuskanlah pandangan kepada Tuhan senantiasa”

Comments

Popular posts from this blog

LAGU-LAGU IBADAH JUMAT AGUNG

SPECIAL RESEP MASAK