PERSEKUTUAN ROH


PERSEKUTUAN ROH
(FILIPI 2:1)

"Jadi karena ddalam Kristus ada nasihat, ada penghiburan kasih, ada persekutuan Roh, ada kasih mesra dan belas kasihan"

          Kata “persekutuan”  menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti 1. hal bersekutu; persatuan; perhimpunan; ikatan (orang-orang yang sama kepentingannya); 2. perseroan dagang; kongsi; maskapai;  3. perserikatan (negara-negara).
         Sedangkan” Roh” menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia berarti 1. sesuatu (unsur) yang ada dalam jasad yang diciptakan Tuhan sebagai penyebab adanya hidup (kehidupan); nyawa: jika -- sudah berpisah dari badan, berakhirlah kehidupan seseorang;  2. makhluk hidup yang tidak berjasad, tetapi berpikiran dan berperasaan (malaikat, jin, setan, dan sebagainya);3. ki semangat; spirit: kedamaian bagi seluruh warga sesuai dengan -- Islam;-- Kudus Rohulkudus
          Dari dua pengertian tersebut, maka dapat kita mengerti bahwa Persekutuan Roh, berarti orang-orang yang berkumpul atas dasar kesamaan “Roh”, hal ini berarti bahwa dasar persekutuan atau dasar ikatannya adalah “Roh”.
         Filipi 2:1 menggunakan huruf besar pada kata “Roh” untuk merujuk kepada Roh Kudus, yang merupakan Roh yang ada di dalam kehidupan setiap orang Kristen. (jika dilihat dari arti kata, saya lebih suka menggunakan istilah orang Kristen yang berarti pengikut Kristus baik kepercayaan dan sikap hidupnya yang meneladani Kristus)
        Jika kita memperhatikan hal-hal di atas secara cermat, maka persekutuan orang Kristen tidak akan pernah berakhir, mengapa demikian, karena dasar dari persekutuan itu, yaitu “Roh” kudus adalah sesuatu yang tidak akan pernah habis, sesuatu yang tidak akan pernah hilang, sehingga selama sesuatu yang menjadi dasar persekutuan itu ada, maka persekutuan itu tetap ada.
Persekutuan yang didasarkan hobi (perkumpulan motor misalnya) akan hilang jika sudah tidak punya motor) persekutuan dagang akan hilang jika sudah tidak saling menguntungkan, bahkan perjanjian dua orang yang saling menyukai (menikah) juga akan hilang ketika rasa suka hilang.
        Akan tetapi berbeda halnya dengan persekutuan yang didasarkan pada persekutuan “Roh”, tidak akan hilang selamanya, karena Roh kudus akan senantiasa ada dalam kehidupan kita, demikian halnya pernikahan umat Tuhan yang dilakukan berdasarkan persekutuan “Roh” akan kekal sampai maut memisahkan.
       Di dalam Kristus ada persekutuan Roh, oleh sebab itu hendaklah dalam hidup kita senantiasa meneladani Kristus, Paulus katakana bahwa hidupku bukannya aku lagi, melainkan Kristus yang hidup di dalam aku, itu artinya bukan lagi roh dunia ini yang menguasai kita, tetapi Roh Kudus yang menguasai, yang mengendalikan seluruh keberadaan kita.
        Jika kita hidup dalam persekutuan berdasarkan “Roh” yang sama, yaitu Roh Kudus, maka kita akan sehati sepikir, sehati sejiwa, satu tujuan dan satu iman di dalam Kristus Yesus, dan persekutuan kita mendatangkan sukacita yang sempurna. Jika kita memahami persekutuan "Roh", maka tidak akan ada lagi permusuhan sesama orang kristen, baik dalam satu gereja, maupun gereja yang berbeda, karena persekutuan kita dasarnya adalah "Roh Kudus". Amin. Tuhan Yesus memberkati.

Comments

Popular posts from this blog

LAGU-LAGU IBADAH JUMAT AGUNG

SPECIAL RESEP MASAK