WAWASAN (URIM DAN TUMIM)


URIM DAN TUMIM
Ada banyak yang bertanya tentang urim dan Tumim, tentang apa artinya dan tentang apa objeknya.
Urim dan Tumim adalah alat bantu yang dipercaya oleh orang-orang Israel digunakan oleh para Imam pada zaman dahulu yang sesuai catatan dalam Alkitab Ibrani dan Perjanjian Lama di Alkitab Kristen. Alat bantu ini dipercaya sebagai salah satu dari perlengkapan pakaian para Imam yang melayani Tuhan, terutama bagi mereka yang melayani untuk Bait Suci ataupun Kemah-Kemah Suci. Urim dan Tumim ini dipercaya digunakan oleh para keturunan Harun, seorang yang dipercaya sebagai Imam ketika Musa menjadi Nabi, dan merupakan juru bicara bagi Musa, terutama ketika Musa akan membawa keluar umat Israel dari penawanan Mesir. Urim dan Tumim ini dipercaya sebagai salah satu alat bantu yang telah diberikan Allah untuk menerima suatu jenis Wahyu dari Allah.
 urim = "terang", tumim = "sempurna" ). Apakah benda-benda itu tidak diketahui orang, hanya dipakai hiasan dada imam besar, dimana ada batu-batu permata. Kel 28:15-30. Dalam Ula 33:8-9, dipakai sebagai lambang kemuliaan yang luar biasa dari orang Lewi. Jika andaikata tidak ada tanda bukti keimamatan itu, maka urim dan tumim itulah tetap memperlihatkan haknya, untuk bisa memohonkan sesuatu kepada Allah, dan jawaban diberikan berdasarkan adanya kedua perkara tersebut.
Suatu alat yang dipercaya oleh para pemimpin Israel dapat memberikan petunjuk ilahi (Ul. 33:8). Sejak masa pembuangan bangsa Israel, alat ini tidak dipergunakan lagi. Alat ini mungkin terdiri dari batu koral; mungkin dua batu (satu putih dan satu hitam) yang dibawa oleh imam dalam jubah mereka dan dilemparkan ke lantai untuk mendapatkan jawaban (1Sam. 14:41).
Dalam Pengertian Ensiklopedia, Urim dan Tumim ditaruh pada tutup dada Imam Besar (Kel 28:30Im 8:8), yaitu suatu kantong yg diikatkan pada baju efod, dan kadang-kadang baju efod dengan kantong ini, serentak disebut 'baju efod'. Melalui Urim dan Tumim imam dapat menerangkan kehendak Allah kepada pemimpin (Bil 27:21), maupun kepada umat (Ul 33:8, 10). Bil 27:21 menempatkan juga Urim dan Tumim menonjol dalam sejarah Israel. Sering dikemukakan bahwa Urim dan Tumim tidak disebut antara awal Zaman Kerajaan dan Zaman sesudah Pembuangan. Kehadiran para nabi agaknya membuat Urim dan Tumim tidak perlu lagi. Musa, yg memberi peraturan dalam Bil 27:21 untuk zaman yg segera menyusul sesudah kematiannya, menyerahkan pemimpin umat itu pada bimbingan Urim dan Tumim, dan tatkala zaman nubuat jelas sudah berlalu, para pemimpin umat mendambakan bentuk bimbingan ini diberlakukan kembali (Ezr 2:63Neh 7:65).
Waktu Abyatar lari meninggalkan Daud, ia membawa efod di tangannya (1 Sam 23:6). Efod yg dimaksud di sini haruslah baju efod milik Imam Besar disertai tutup dada, tempat Urim dan Tumim terikat, sebab baju efod dari kain lenan yg biasa dipakai para imam, tidak perlu sebutan khusus seperti itu. Waktu Daud meminta bimbingan (1 Sam 23:9-12) ia mengajukan pertanyaan langsung guna memperoleh jawaban ya atau tidak. Hal ini mengisyaratkan bahwa peri Urim dan Tumim berbentuk undian, apakah dengan dituangkan dari kantongnya (bnd Ams 16:33) atau diambil oleh imam menurut cara tertentu. 1 Sam 14 agak serupa: bnd 1 Sam 14:3 dan 1 Sam 14:41 dengan 23:6, 9; perhatikan gelar Allah yg sama, 1 Sam 14:41; 23:10, yg mengisyaratkan rumusan biasa.
Naskah Ibrani dari 1 Sam 14:41 tidak jelas, dan jika kita memakai LXX, maka terbaca sbb: 'Jika kesalahan ini terdapat pada saya atau pada Yonatan anak saya, berikanlah kiranya Urim, dan jika pada umat-Mu Israel, berikanlah Tumim'. Andaikata bacaan itu betul, inilah cara khusus mengundi yg jelas sama dengan yg disebut tadi. Tapi manusia tak dapat memaksa Allah berbicara: 'Allah tidak menjawab dia dengan Urim' (1 Sam 28:6).
Bagaimanakah jalannya undian ini? Kel 28:30 yg menyatakan benda-benda itu ditaruh dalam kantong, menolak keterangan lama bahwa bila menjawab suatu pertanyaan, maka cahaya supra alami memancar dari mutiara tutup dada itu (Jos., Ant. 3. 8). Tapi ada saran yg masuk akal bahwa Urim dan Tumim itu adalah dua benda ceper: satu sisi dari keduanya disebut Urim, yg asal katanya 'arar, artinya 'mengutuk'. Jika dua-duanya menunjukkan sisi ini, maka jawabnya adalah negatif; sisi yang lain disebut Tumim, dari tamam, artinya 'sempurna', dan jika dua-duanya Tumim maka artinya adalah 'ya'. Jika yg muncul satu Urim dan satu lagi Tumim, maka itu berarti 'tidak ada jawaban'. Terjemahan Urim sebagai 'cahaya', dengan asal kata 'or, terang, tidak mempertentangkan Tumim secara tajam.
KEPUSTAKAAN. H. H Rowley, The Faith of Israel, 1956, hlm 28 dsb; VT, 12, 1962, hlm 164 dsb; S. R Driver, Notes... on Samuel, 1913, hlm 117; J. Mauchline, I II Samuel, 1971. JAM/MHS/HAO

Berbagai penafsir dan penerjemah berbeda pendapat mengenai makna sebenarnya dari kata-kata itu. Beberapa penerjemah memberikan padan katanya sebagai "terang dan kesempurnaan." "Urim" bersinonim dengan "Terafim" ("terang" atau "api"). Yosefus menyamakan Urim dan Tumim dengan batu per mata pada bahu efod, batu ini cemerlang jika semua keadaan menguntungkan dan gelap jika bencana mengancam. Yang lain berpendapat bahwa dua-duanya adalah Nama Ilahi, yang satu terdiri dari empat puluh dua huruf dan yang lain terdiri dari tujuh puluh dua huruf. Yang lain lagi menyatakan bahwa kedua nama itu adalah lambang-lambang nubuat, di samping itu ada banyak yang berpendapat bahwa Urim dan Tumim identik dengan dua belas batu permata di mana nama-nama dua belas suku diukir, dan bahwa keduanya dipakai dalam memberikan petunjuk ilahi; batu-batu itu menjadi terang dan selanjutnya berganti dengan cepat, menurut sifat dari pesan dan urutan di mana huruf-huruf atau lambang-lambang diukir. Michaelis menulis bahwa Urim dan Tumim merupakan tiga batu: satu bertuliskan "Ya," yang lain "Tidak," sementara yang ketiga kosong atau netral, dan ini dipakai dalam membuang undi dan membuktikan sesuatu. Kalisch menyamakan mereka dengan dua belas batu permata yang mewakili suku-suku Israel berdasarkan pencerahan ilahi. Imam besar, dengan memusatkan pikirannya pada sifat-sifat yang mereka wakili, mengalami keadaan "setengah sadar". Lightfoof dan yang lain mengikuti pandangan yang sama. Sungguh jelas bahwa para leluhur bangsa Israel sangat mengenal Urim dan Tumim sebagai cara yang ditetapkan untuk mendapatkan petunjuk ilahi.

Semoga tulisan ini bermanfaat bagi kita.

Hasil gambar untuk gambar urim dan tumimHasil gambar untuk gambar urim dan tumim


Comments

Popular posts from this blog

LAGU-LAGU IBADAH JUMAT AGUNG

SPECIAL RESEP MASAK